TANGERANG — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang dari Fraksi Partai Golkar, Zamaludin, secara tegas mendesak percepatan realisasi pembangunan penambahan ruang kelas di SD Negeri 3 Pondok Bahar. Perjuangan ini digelorakannya demi mengatasi kekurangan fasilitas belajar yang masih dirasakan oleh para siswa di sekolah tersebut.
Usulan tersebut ia sampaikan, pada rapat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 Kota Tangerang, Selasa (15/09/26), yang digelar oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD kota Tanggerang, di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Puspemkot Tangerang.
Politisi yang akrab disapa Bang Haji Zamal ini menjelaskan, usulan tersebut merupakan hasil aspirasi langsung dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 yang meliputi wilayah Kecamatan Karang Tengah, Ciledug, dan Larangan. Saat ini, proses pengajuan tersebut masih melalui tahapan pembahasan dan tarik ulur di tingkat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Tangerang.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mendorong agar usulan krusial ini bisa masuk dan diketok dalam momentum pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2026. Dengan masuk ke dalam Anggaran Biaya Tambahan (ABT) tahun ini, Zamaludin optimis jika kesepakatan tercapai, proyek penambahan ruang kelas tersebut dapat langsung direalisasikan dalam waktu dekat.
”Ini menyangkut kepentingan masyarakat, khususnya para pelajar di Kota Tangerang. Fasilitas pendidikan yang memadai adalah hak dasar anak-anak kita untuk belajar dengan nyaman,” kata Zamal.
Dalam rancangan usulannya, penambahan fasilitas tersebut direncanakan berupa pembangunan ruang kelas baru (RKB) dengan konsep bertingkat (dua lantai atas dan bawah) yang memanfaatkan lahan kosong di antara bangunan gedung yang sudah ada.
Ia menilai, dari sisi penganggaran, proyek pembangunan ini tidak memerlukan alokasi dana raksasa layaknya proyek infrastruktur skala besar bernilai miliaran rupiah. Dengan estimasi nilai proyek berkisar antara Rp200 juta hingga di bawah Rp300 juta, Zamal optimis pembangunan ini sangat rasional dan bisa segera dieksekusi tahun ini jika anggaran ABT disetujui.
”Masa iya untuk infrastruktur yang nilainya miliaran bisa, sedangkan untuk pembangunan ruang kelas bertingkat yang nilainya di bawah Rp300 juta ini harus tersendat. Ini kan skalanya kecil tapi dampaknya sangat besar bagi kelangsungan kegiatan belajar mengajar,” tegas Zamal.
Melalui posisi dan kewenangannya di legislatif, ia berharap rekan sesama anggota dewan serta pihak-pihak terkait di lingkungan Pemkot Tangerang dapat bersinergi dan satu suara memperjuangkan alokasi anggaran tersebut demi masa depan pendidikan anak-anak di Kota Tangerang.(red)
Penulis : Fale wali










