Kerja Sama Kemendes PDT-PT PLN, Bupati Serang Dukung Pengembangan Ekosistem Biomassa BUMDes

Senin, 2 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Serang, — Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mendukung penuh Program Pengembangan Ekosistem Biomassa bersama BUMDes, sebagai salah satu alternatif peningkatan perekonomian masyarakat perdesaan dan pengurangan emisi.

Program Pengembangan ekosistem biomassa adalah hasil kerja sama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dengan PT PLN. Secara resmi dilaunching di Desa Salira, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

“Pertama tentu saya secara pribadi dan pemerintah daerah mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Bapak Menteri Desa, Pak Dirut dari PT PLN yang telah menjadikan Kabupaten Serang sebagai tempat launching untuk program pengembangan ekosistem biomasa. Tentunya kami mendukung kegiatan ini. Karena ini penting bagi kita semua terutama bagi badan usaha milik desa,” kata Bupati Serang Ratu Zakiyah kepada media usai launching yang dihadiri Mendes PDT Yandri Susanto dan perwakilan dari PT PLN.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kata Bupati Ratu Zakiyah, di wilayah Kabupaten Serang ada 326 desa dan 324 sudah terbentuk menjadi badan usaha milik desa aau  BUMDes. “Bahan-bahan untuk biomassa ini adalah barang-barang yang ada di desa. Khususnya dari bahan-bahan yang tidak terpakai yang tadinya tidak bernilai ekonomis kemudian menjadi bernilai ekonomis dan itu perlu kita manfaatkan,” katanya.

Bupati Ratu Zakiyah minta agar Bumdes yang ada di wilayah Kabupaten Serang untuk bersama-sama menggali potensi yang ada di wilayah desa masing-masing. Sehingga, apa yang dibutuhkan dari biomassa itu bisa diintegrasikan menjadi swasembada energi.

“Tentu kami juga mendukung pemerintah pusat dalam rangka net zero emisi. Semoga kolaborasi ini bisa berjalan dengan baik dan lancar yang akhirnya menghasilkan pendapatan atau ekonomi asli di desa,” katanya.

Sementara Mendes PDT Yandri Susanto mengatakan bahwa pihaknya merealisasikan MoU antara Kemendes dan PT PLN Persero untuk pengembangan ekosistem biomassa.

“Hari ini kami melauncing di Kabupaten Serang yaitu biomasa dari desa. Jadi, bahan bakunya itu banyak di desa. Contoh misalkan ada bongkul jagung, ada serbuk gergaji, ada batok kelapa dan lain sebagainya. Nah ini PT PLN merangkul bumdes yang ada di desa-desa. Kebetulan hari ini kita launching di Kabupaten Serang,” katanya.

Lebih lanjut lagi Mendes Yandri Susanto ingin memastikan 12 aksi bangun desa, bangun Indonesia. Dari 12 aksi bangun desa, bangun Indonesia itu, ada revitalisasi Bumdes. BUMDes tidak hanya sekadar badan hukum atau gerakan ekonominya itu saja, tapi perlu ada peningkatan di sana sini.

“Kemudian kami juga dari 12 aksi bangun desa, bangun Indonesia itu, ada salah satunya itu swasembada pangan energi dan air. Nah ini salah satu, swasembada energi, penting. Kita tidak perlu terus melulu dari posil. Salah satunya, yang selama ini diangkat sampah oleh masyarakat, itu bisa bernilai ekonomi,” katanya.

Pengembangan biomassa itu bahan bakunya dari desa. Kemendes akan mengawal ini sehingga Astacita  Presiden Prabowo yaitu membangunan dari desa dari bawah, untuk pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan ini salah satu alatnya, Jadi kita harus menghadirkan banyak alat.

“Di samping ada MBG, ada Kopdes, ada desa-desa tematik. Tapi ada mungkin yang saya katakan tadi bahwa ada barang yang tidak dianggap bermanfaat akan kita geser menjadi kemanfaatannya. Di samping lingkungan akan menjadi bersih. Bisa menyerap tenaga kerja, dan bisa menghasilkan uang, dan insya Allah kolaborasi ini bisa membawa Indonesia maju,” katanya

Ada yang desa unggulan biomassa tapi mungkin ada daerah-daerah penyangga bisa menjadi pengepul atau menjadi supplier sampah-sampah atau bahan-bahan biomassa itu yang bisa dikumpulkan dan distorkan ke Bumdes menjadi terminal untuk pengumpulan biomasa baru dikirim ke PLN.

“Selama ini PLN kan menerima pasokan dari perusahaan-perusahaan swasta maupun BUMN, dan lain-lain. Nah, dengan hadirnya biomassa ini yang sumbernya ada di desa-desa, artinya inilah keberpihakan negara, keberpihakan pemerintah untuk memastikan ada tangan-tangan yang sampai ke desa-desa untuk menjadi sumber ekonomi. Ada barang yang tidak berharga, Kalau tidak diambil PLN nggak berharga itu, serbuk gergaji, jerami, kemudian mungkin batok kelapa dan sebagainya. Ya kadang-kadang dibuang begitu saja. Tapi dengan adanya kerjasama ini, ada kepastian harga. Ada kepastian yang menampung. Nah di situ artinya akan ada kegiatan ekonomi, ada yang bekerja, ada yang mendapatkan uang, ada di situ kebersihan lingkungan dan lain sebagainya,” jelasnya.

Bukan hanya sekadar uang saja tapi bagaimana keberlangsungan hidup dan kehidupan di desa itu menjadi lebih bersih, lebih guyub, lebih bagus. “Karena dengan adanya penyerapan tenaga kerja baru, ada sumber ekonomi baru, itu otomatis kebahagiaan atau kesejahteraan desa akan meningkat. Artinya, program ini sudah selaras dengan program Bapak Presiden, yaitu membangun dari bawah pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan,” katanya.

Sementara Rahmat Dewanto dari PLN mengatakan bahwa PLN Group melalui anak usahanya PLN Energy Primer Indonesia senang mendapatkan support dari Kemdes PDT terkait launching Biomassa untuk pembangkit PLN. “Jadi ini bagian dari program PLN untuk melibatkan partisipasi dari masyarakat sekitar untuk mengolah dang mengubah yang sebelumnya limbah, limbah pertanian, limbah industri. Ada sodas atau serbuk gergaji, ada jerami, ada bongkol jagung, ada cangkang sawit. Nah ini kita ubah dan kita campurkan bahan ini dengan batu bara. Jadi sebenarnya yang pertama adalah ini untuk bagian dari pengurangan emisi,” tegasnya.

Tahun ini PLN rencananya sekitar 2,4 juta ton dari bahan bakar batubara itu digantikan dengan biomassa. Artinya PLN sudah mengurangi emisi sebesar 2,4 juta ton CO2.

“Ini merupakan bagian dari pengembangan ekonomi bagaimana bentuk kolaborasi kita dalam mendukung perekonomian sekitar. Untuk itu kita berterima kasih sekali kepada Kemendes dan Pemkab Serang. Yang kita launching hari ini adalah awal, jadi tahun ini ditargetkan 3, tahun depan ada 6, tahun berikutnya ada 10,” tegasnya.(red)

Facebook Comments Box

Penulis : Fale wali

Berita Terkait

Pemkab Serang Seleksi Program Beasiswa bagi Pemuda ke Jepang
Rangkaian Hari jadi ke-500 Kabupaten Serang, Bupati Ratu Zakiyah Lepas Ribuan Pelar
Sinergi Bangun Daerah, Pemkot Serang dan Pemprov Banten Realisasikan Perbaikan Drainase di Kepandean untuk Cegah Banjir
Tingkatkan Mitigasi Bencana Banjir, Wali Kota Serang Budi Rustandi Tinjau Normalisasi Bendungan Karet Cibanten
Dorong Tata Kelola Pemerintahan, Pemkot Serang Beri OPD Penghargaan Pengelolaan Arsip Terbaik
Disela-sela Kesibukan Dinas, Wali Kota Serang Blusukan Bagikan Susu di SDN Banjarsari 1
Sukses Tata Wajah Perkotaan, Wali Kota Serang Budi Rustandi Raih Penghargaan Kepala Daerah Tergokil
Bupati Serang dan Kepala Kantor KSOP Banten Teken MoU Optimalkan Pajak Bukan Logam

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 18:24 WIB

Pemkab Serang Seleksi Program Beasiswa bagi Pemuda ke Jepang

Senin, 2 November 2026 - 19:25 WIB

Kerja Sama Kemendes PDT-PT PLN, Bupati Serang Dukung Pengembangan Ekosistem Biomassa BUMDes

Senin, 2 November 2026 - 19:14 WIB

Sinergi Bangun Daerah, Pemkot Serang dan Pemprov Banten Realisasikan Perbaikan Drainase di Kepandean untuk Cegah Banjir

Senin, 2 November 2026 - 19:08 WIB

Tingkatkan Mitigasi Bencana Banjir, Wali Kota Serang Budi Rustandi Tinjau Normalisasi Bendungan Karet Cibanten

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Dorong Tata Kelola Pemerintahan, Pemkot Serang Beri OPD Penghargaan Pengelolaan Arsip Terbaik

Berita Terbaru

Serang Raya

Pemkab Serang Seleksi Program Beasiswa bagi Pemuda ke Jepang

Selasa, 3 Nov 2026 - 18:24 WIB