Serang, – Anggota MPR RI sekaligus Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Annisa MA Mahesa, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan tema “Menjaga NKRI Melalui Ketahanan Pangan: Dari Swasembada Pangan ke Kemandirian Nasional”.
Kegiatan ini dihadiri oleh para relawan dan simpatisan Partai Gerindra dari Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, dan berlangsung di Rumah Aspirasi Annisa MA Mahesa, Kompleks Depag Ciwaru, Cipocok, Kota Serang.
Dalam paparannya, Annisa menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar isu teknis pertanian, tetapi merupakan fondasi strategis untuk menjaga keutuhan bangsa. Ia menekankan bahwa ketahanan pangan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Pilar NKRI dan Pancasila, karena menyangkut kesejahteraan rakyat serta stabilitas sosial-ekonomi nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau kita bicara menjaga NKRI hari ini, salah satu kuncinya ada pada kemampuan bangsa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Swasembada pangan itu penting, tetapi tujuan akhir kita adalah kemandirian nasional di mana petani kita sejahtera, produksi stabil, rantai pasok kuat, dan rakyat tidak lagi bergantung pada impor yang membuat kita rentan secara ekonomi maupun politik,” ujar Annisa, Jum’at, (12/12/2025).
Ia juga menyampaikan bahwa konsep kemandirian pangan selaras dengan visi besar pemerintahan Prabowo–Gibran yang menempatkan sektor pangan sebagai prioritas utama. Menurutnya, penguatan produksi domestik, modernisasi pertanian, serta kepastian harga dan akses pupuk merupakan langkah-langkah krusial untuk memastikan rakyat tidak menjadi korban fluktuasi pangan global.
“Ketahanan pangan itu bukan hanya tentang beras. Ini tentang harga cabai yang stabil, tentang pupuk yang tersedia, tentang petani yang tidak merugi. Jika kebutuhan dasar rakyat kuat, maka semangat kebangsaan juga kuat. Itulah esensi dari Empat Pilar: bagaimana Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Annisa juga menyoroti pentingnya peran masyarakat khususnya generasi muda dan para relawan dalam membangun budaya kemandirian, mulai dari tingkat rumah tangga hingga desa. Ia menegaskan bahwa negara tidak akan kuat jika rakyat tidak berdaulat dalam urusan pangan.
Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta menyampaikan berbagai aspirasi dan masukan terkait kondisi pertanian di wilayah Serang dan Banten pada umumnya. Acara ditutup dengan foto bersama dan penyampaian komitmen untuk terus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga persatuan dan kemandirian bangsa.
Penulis : Imam DJM









