Serang, – Anggota MPR RI sekaligus Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Annisa MA Mahesa, kembali melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan tema “Bhinneka Tunggal Ika sebagai Modal Sosial untuk Pemerataan Pembangunan di Seluruh Indonesia.”
Kegiatan ini dihadiri oleh relawan dan simpatisan Gerindra dari Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, dan bertempat di Rumah Aspirasi Annisa MA Mahesa, Kompleks Depag Ciwaru, Cipocok, Kota Serang.
Dalam paparannya, Annisa menegaskan bahwa Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya semboyan, tetapi sebuah kekuatan sosial yang menentukan bagaimana pembangunan dapat berjalan secara adil dan merata di seluruh Indonesia. Ia menekankan bahwa keberagaman suku, agama, adat, dan kultur bangsa Indonesia adalah modal besar bagi persatuan, bukan penghalang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bhinneka Tunggal Ika harus kita maknai sebagai energi persatuan. Tanpa persatuan, pembangunan hanya akan dinikmati sebagian wilayah. Dengan semangat kebersamaan inilah kita memastikan pembangunan tidak lagi terpusat, tetapi merata dari desa hingga kota, dari daerah perbatasan hingga kawasan pesisir,” jelas Annisa, Jum’at (12/12/2025).
Ia juga menyampaikan bahwa pemerataan pembangunan menjadi salah satu fokus utama pemerintahan Prabowo–Gibran yang berkomitmen memperkuat konektivitas nasional, mengurangi kesenjangan wilayah, serta mempercepat pembangunan di daerah terpencil. Menurutnya, keberhasilan agenda tersebut sangat bergantung pada kemampuan seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan menghargai keberagaman.
“Kalau kita ingin Indonesia maju secara utuh, maka rakyat di Serang, Merauke, Sabang, sampai Talaud harus merasakan manfaat pembangunan secara setara. Semangat Bhinneka Tunggal Ika justru menjadi landasan moral kita untuk memastikan bahwa tidak ada lagi daerah tertinggal, tidak ada lagi masyarakat yang merasa diabaikan,” tambahnya.
Annisa menekankan bahwa keberagaman yang dikelola dengan baik akan memperkuat soliditas bangsa dan menciptakan iklim sosial yang kondusif bagi akselerasi pembangunan. Ia mengajak masyarakat Ciomas untuk memperkuat toleransi, gotong royong, dan partisipasi aktif dalam pembangunan di daerah masing-masing.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dan ditutup dengan sesi tanya jawab seputar isu pembangunan daerah, pemerataan infrastruktur, dan peran masyarakat dalam menjaga kerukunan. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat kebhinnekaan dan mendorong pembangunan merata.[red]
Penulis : Imam DJM









