Serang — Anggota DPR RI sekaligus anggota MPR RI dari Partai Gerindra, Annisa MA Mahesa, melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dengan mengangkat tema:“Pancasila sebagai Landasan Etika dalam Transformasi Digital dan Tata Kelola Keuangan Negara.”
Acara yang dihadiri oleh relawan dan simpatisan Partai Gerindra dari Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang ini berlangsung di Rumah Aspirasi Annisa MA Mahesa, Komplek Depag Ciwaru, Cipocok, Kota Serang.
Dalam pemaparannya, Annisa menekankan bahwa percepatan transformasi digital saat ini membawa dua dampak sekaligus: peluang besar untuk meningkatkan pelayanan publik, serta tantangan serius terhadap etika, transparansi, dan keamanan data.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Transformasi digital harus berjalan seiring dengan nilai-nilai Pancasila. Kemajuan teknologi tidak boleh menjauhkan kita dari etika, gotong royong, dan keberpihakan kepada rakyat,” ujar Annisa.
Ia menegaskan bahwa digitalisasi pemerintahan mulai dari sistem layanan publik hingga pengelolaan anggaran harus tetap dibingkai oleh tanggung jawab moral sesuai sila-sila dalam Pancasila.
“Sila Ketuhanan dan Kemanusiaan mengingatkan kita bahwa di balik setiap inovasi digital ada manusia yang harus dilindungi hak-haknya. Data pribadi, akses layanan, dan keadilan digital harus dijaga. Itulah etika Pancasila di era teknologi,” tambahnya.
Dalam konteks tata kelola keuangan negara, Annisa menyoroti pentingnya digitalisasi sistem anggaran dan pengawasan berbasis teknologi untuk memastikan efisiensi dan mencegah kebocoran.
“Pancasila, khususnya sila ke-5 tentang keadilan sosial, mengamanatkan bahwa setiap rupiah dari uang negara harus kembali kepada rakyat melalui program yang bermanfaat,” jelas Annisa.
Ia menekankan bahwa teknologi digital seperti sistem pembayaran nontunai pemerintah, dashboard anggaran, hingga pengawasan real-time harus dimanfaatkan untuk memperkuat transparansi.
“Digitalisasi bukan hanya soal mempercepat proses, tetapi bagaimana memastikan pengelolaan keuangan negara dilakukan secara jujur, bersih, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini implementasi nyata etika Pancasila dalam birokrasi modern,” tegasnya.
Di hadapan para relawan, Annisa juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam literasi digital agar tidak mudah terjebak hoaks, penipuan daring, atau penyalahgunaan data.
“Masyarakat harus menjadi subjek, bukan korban, dalam era digital. Semangat persatuan dan gotong royong mengingatkan kita untuk saling menjaga, terutama di dunia maya. Ini bagian dari semangat kebangsaan,” ujar Annisa.
Acara diakhiri dengan sesi dialog interaktif. Para peserta menyampaikan aspirasi mengenai keamanan layanan digital pemerintah, akses ke teknologi, hingga peningkatan kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi era digital.
Sosialisasi kemudian ditutup dengan foto bersama dan komitmen untuk terus menyebarkan nilai-nilai 4 Pilar Kebangsaan dalam berbagai aktivitas masyarakat.[red]
Penulis : Imam DJM









