Bethsaida Hospital Serang Raih Sertifikat EMRAM Stage 6

Kamis, 24 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iwan A. Setiawan, Direktur Marketing, Sales & Business Development dan Hasan Widjaja, selalu Direktur Information Technology Bethsaida Healthcare saat Menerima Sertifikat EMRAM Stage 6. Foto: ist

Iwan A. Setiawan, Direktur Marketing, Sales & Business Development dan Hasan Widjaja, selalu Direktur Information Technology Bethsaida Healthcare saat Menerima Sertifikat EMRAM Stage 6. Foto: ist

SERANG — Bethsaida Hospital Serang, bagian dari Bethsaida Healthcare Group, menerima sertifikasi EMRAM Stage 6 dari HIMSS Asia Pacific (Healthcare Information and Management Systems Society) dalam seremoni penghargaan yang berlangsung pada ajang International Healthcare Week 2025 di MITEC (Malaysia International Trade and Exhibition Centre), Kuala Lumpur.

Penghargaan ini menandai Bethsaida Hospital Serang sebagai hospital Tipe C pertama di Provinsi Banten yang berhasil mencapai transformasi digital tingkat lanjut, dengan sistem informasi rumah sakit yang terintegrasi penuh melalui penggunaan Electronic Medical Records (EMR), clinical decision support, dan closed-loop medication administration system.

Acara ini menjadi bagian dari perhelatan tahunan HIMSS yang mempertemukan para pemimpin dan pelaku industri healthcare global, termasuk hospital, institusi riset, startup teknologi medis, dan perwakilan pemerintah dari berbagai negara.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam seremoni tersebut, Bethsaida Healthcare yang diwakili oleh Iwan A. Setiawan, Direktur Marketing, Sales & Business Development dan Hasan Widjaja, selalu Direktur Information Technology menegaskan komitmen Bethsaida Healthcare dalam membangun hospital yang modern, efisien, dan berbasis teknologi, tanpa meninggalkan sentuhan manusia dalam pelayanannya.

“Capaian EMRAM Stage 6 ini adalah pijakan penting dalam perjalanan transformasi Bethsaida Healthcare sebagai ekosistem layanan kesehatan yang terukur, efisien, dan terpercaya,” ujar Iwan A. Setiawan.

Dikatakan, lebih dari sekadar prestasi teknologi, ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kepercayaan masyarakat, membuka peluang kemitraan internasional, serta menciptakan sistem layanan kesehatan yang siap tumbuh secara berkelanjutan.

Sebagai langkah lanjutan, Bethsaida Healthcare telah memulai proses replikasi sistem serupa untuk Bethsaida Hospital Gading Serpong, flagship hospital dari Bethsaida Healthcare Group, guna memperkuat standarisasi digital dan integrasi data antar unit rumah sakit.

Diketahui, EMRAM atau Electronic Medical Record Adoption Model adalah standar internasional dari HIMSS yang menilai tingkat kematangan digital rumah sakit dalam penggunaan rekam medis elektronik. Dengan meraih Stage 6, Bethsaida Hospital Serang telah memenuhi kriteria penting seperti:

1. Real-time clinical decision support untuk mendukung pengambilan keputusan medis secara cepat dan akurat.

2. Sistem pengobatan berbasis barcode yang aman dan tertutup (closed-loop medication), untuk meminimalkan risiko kesalahan dalam pemberian obat.

3. Integrasi data klinis secara end-to-end yang efisien, terdokumentasi digital, dan mendukung pelayanan lintas unit secara seamless.

4. Kemudahan akses informasi melalui sistem QR Code, yang memungkinkan tenaga medis dan staf untuk melakukan pemindaian cepat terhadap layanan penunjang seperti Radiologi, Laboratorium, Bank Darah, dan Human Milk Bank, sebagai bagian dari digitalisasi layanan berbasis safety dan efisiensi.

“Digitalisasi di hospital bukan sekadar adopsi teknologi, tetapi transformasi budaya kerja dan keselamatan pasien,” jelas Hasan Widjaja.

Melalui pencapaian ini, Bethsaida Healthcare membuktikan bahwa pelayanan yang modern bisa berjalan seiring dengan akurasi klinis, efisiensi operasional, dan kenyamanan pasien.

Penerimaan sertifikasi EMRAM Stage 6 ini menegaskan posisi Bethsaida Healthcare sebagai pelopor dalam adopsi teknologi kesehatan digital di Indonesia. Pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju ekosistem rumah sakit yang terintegrasi, kolaboratif, dan berbasis data klinis real-time.[red]

Facebook Comments Box

Penulis : Imam DJM

Berita Terkait

Ketum DPP KNPI Harap Polri Makin Presisi, Pemuda Siap Perkuat Kolaborasi
Terima IKA BEM Nusantara, Wapres Ajak Alumni Mahasiswa Bergandengan Tangan Bangun Bangsa dan Negara
Buka PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Wapres Tegaskan Petani dan Nelayan Garda Terdepan Kemandirian Pangan
Perkenalkan Potensi Investasi di Banten ke Presiden Jerman, H.Rifky Hermiansyah Dampingi Presiden Prabowo
Wapres Ajak Mahasiswa Kawal Perbaikan Tata Kelola MBG dan KDMP Lewat Kunjungan ke Ende, Gorontalo, dan Papua
Usai Dialog, Wapres dan Perwakilan Mahasiswa Salat Magrib Berjemaah di Masjid Baiturrahman Setwapres
Terima Perwakilan Mahasiswa, Wapres Tegaskan Komitmen Perbaiki Berbagai Kekurangan
Ketum DPP KNPI: Musda VII KNPI Sultra Harus Jadi Momentum Persatuan Pemuda

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:03 WIB

Ketum DPP KNPI Harap Polri Makin Presisi, Pemuda Siap Perkuat Kolaborasi

Senin, 22 Juni 2026 - 19:25 WIB

Terima IKA BEM Nusantara, Wapres Ajak Alumni Mahasiswa Bergandengan Tangan Bangun Bangsa dan Negara

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:21 WIB

Buka PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Wapres Tegaskan Petani dan Nelayan Garda Terdepan Kemandirian Pangan

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:58 WIB

Perkenalkan Potensi Investasi di Banten ke Presiden Jerman, H.Rifky Hermiansyah Dampingi Presiden Prabowo

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:57 WIB

Wapres Ajak Mahasiswa Kawal Perbaikan Tata Kelola MBG dan KDMP Lewat Kunjungan ke Ende, Gorontalo, dan Papua

Berita Terbaru