Ketum DPP KNPI Pusat Ali Hanafiah Apresiasi Keputusan Presiden Prabowo Terkait Sengketa Empat Pulau

Selasa, 17 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum KNPI Ali Hanafiah (ujung kiri) bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Agus Subiyanto.

Ketum KNPI Ali Hanafiah (ujung kiri) bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Agus Subiyanto.

Banten – Presiden Prabowo Subianto tegas memutuskan empat pulau yang kini disengketakan oleh Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara masuk wilayah Aceh.

Adapun keempat pulau tersebut, yakni Pulau Mangkir Kecil, Pulau Mangkir Besar, Pulau Panjang, dan Pulau Lipan.

Keputusan Presiden Prabowo tersebut, mendapat sambutan positif dari Ketua Umum DPP KNPI Pusat Dr. HM. Ali Hanafiah, SE, SH, M.Si.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami Dewan Pengurus Pusat KNPI mengapreasiasi langkah cepat dan tegas bapak Presiden Prabowo dalam menyikapi sengketa empat pulau,” ujar Ali dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/6/2025).

Menurut Ali, keputusan yang diambil Presiden Prabowo sudah sangat tepat.

“Kami sangat mendukung keputusan bapak Presiden Prabowo. Sesuai dengan kondisi hari ini yaitu demi menjaga kondusifitas nasional dan keutuhan NKRI,” ucap Ali

DPP KNPI dalam hal ini, lanjut Ali, juga mengimbau kepada semua pihak untuk bersama-sama mendukung keputusan presiden tersebut.

“Keputusan bapak Presiden Prabowo sangat tepat. Untuk itu kami berharap semua pihak dapat mendukung, melaksanakan serta menjaga kondusifitas wilayah khususnya di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Disisi lain, Ali juga menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh program atau visi-misi Presiden Prabowo yang termaktub dalam Asta Cita.

“Kami juga mengimbau agar para pemuda khususnya di Aceh dan Sumatera Utara untuk tetap menjaga dan terus meningkatkan persatuan dan kesatuan,” tutur Ali.

“Para pemuda dimanapun berada jadilah pelopor dan pemersatu bangsa. NKRI harga mati, tingkatkan dan terus kobarkan aemangat patriotisme dan nasionalisme,” pungkas Ali menutup.

Diketahui sebelumnya, polemik empat pulau dipicu oleh Keputusan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) soal status empat pulau yang sebelumnya milik Aceh menjadi milik Sumatera Utara.

 

Aturan tersebut, yakni Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 300.2.2-2138 Tahun 2025 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode serta Data Wilayah Administrasi Pemerintahan dan Pulau. Keputusan ini dikritisi dan dipertanyakan banyak pihak, menyusul konflik perebutan wilayah yang sudah berlangsung puluhan tahun. Pemprov Aceh mengeklaim mengantongi jejak historis di keempat pulau tersebut, sedangkan Pemprov Sumut memiliki dalil dari hasil survei yang dilakukan Kemendagri.

Setelah berlarut-larut, Prabowo memutuskan untuk mengambil alih polemik tersebut dan dengan tegas memutuskan bahwa empat pulau yang menjadi sengketa tersebut, tetap menjadi wilayah Aceh.[Red].

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketum DPP KNPI Harap Polri Makin Presisi, Pemuda Siap Perkuat Kolaborasi
Terima IKA BEM Nusantara, Wapres Ajak Alumni Mahasiswa Bergandengan Tangan Bangun Bangsa dan Negara
Buka PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Wapres Tegaskan Petani dan Nelayan Garda Terdepan Kemandirian Pangan
Perkenalkan Potensi Investasi di Banten ke Presiden Jerman, H.Rifky Hermiansyah Dampingi Presiden Prabowo
Wapres Ajak Mahasiswa Kawal Perbaikan Tata Kelola MBG dan KDMP Lewat Kunjungan ke Ende, Gorontalo, dan Papua
Usai Dialog, Wapres dan Perwakilan Mahasiswa Salat Magrib Berjemaah di Masjid Baiturrahman Setwapres
Terima Perwakilan Mahasiswa, Wapres Tegaskan Komitmen Perbaiki Berbagai Kekurangan
Ketum DPP KNPI: Musda VII KNPI Sultra Harus Jadi Momentum Persatuan Pemuda

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:03 WIB

Ketum DPP KNPI Harap Polri Makin Presisi, Pemuda Siap Perkuat Kolaborasi

Senin, 22 Juni 2026 - 19:25 WIB

Terima IKA BEM Nusantara, Wapres Ajak Alumni Mahasiswa Bergandengan Tangan Bangun Bangsa dan Negara

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:21 WIB

Buka PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Wapres Tegaskan Petani dan Nelayan Garda Terdepan Kemandirian Pangan

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:58 WIB

Perkenalkan Potensi Investasi di Banten ke Presiden Jerman, H.Rifky Hermiansyah Dampingi Presiden Prabowo

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:57 WIB

Wapres Ajak Mahasiswa Kawal Perbaikan Tata Kelola MBG dan KDMP Lewat Kunjungan ke Ende, Gorontalo, dan Papua

Berita Terbaru