Tengah Fragmentasi Sosial, Pancasila Kembali Jadi Kompas Persatuan Bangsa

Minggu, 1 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam beberapa tahun terakhir, bangsa Indonesia menghadapi tantangan serius dalam menjaga harmoni sosial. Polarisasi politik, disparitas ekonomi, serta derasnya arus informasi yang tak jarang menyebarkan disinformasi telah memperlebar jurang perbedaan di tengah masyarakat. Fragmentasi sosial ini, jika tidak segera direspon dengan bijak, dapat merusak sendi-sendi kebangsaan yang selama ini menjadi kekuatan utama Indonesia.

Namun, sejarah selalu menunjukkan bahwa setiap kali bangsa ini diuji, kita kembali menemukan arah dengan satu kompas yang tak pernah gagal: Pancasila. Di tengah keragaman budaya, agama, dan pandangan politik, Pancasila tetap menjadi titik temu, bukan titik pisah.

Sebagai anak bangsa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan perjuangan intelektual, saya percaya bahwa Pancasila bukan sekadar simbol atau slogan. Ia adalah nilai hidup. Ketika masyarakat tercerai-berai oleh kepentingan sempit dan identitas eksklusif, Pancasila hadir sebagai jembatan yang mempersatukan.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nilai-nilai luhur seperti kemanusiaan, keadilan sosial, musyawarah, dan ketuhanan bukanlah konsep usang. Justru dalam dunia yang makin kompleks dan individualistik ini, nilai-nilai tersebut menjadi semakin relevan dan mendesak untuk diterapkan.

Kaum muda, khususnya kader HMI dan seluruh mahasiswa Indonesia, harus tampil sebagai penjaga sekaligus pelopor pengamalan Pancasila dalam kehidupan nyata. Bukan hanya dalam pidato dan seremoni, tetapi dalam keberpihakan terhadap rakyat kecil, dalam dialog yang membangun, serta dalam keberanian untuk merajut kembali benang-benang persatuan yang mulai kusut.

Momentum Hari Lahir Pancasila bukan hanya seremonial tahunan. Ia adalah ajakan reflektif dan sekaligus deklarasi kolektif: bahwa bangsa ini harus terus bergerak maju dengan tetap berpijak pada nilai-nilai dasar yang mempersatukan kita sejak awal kemerdekaan.

Pancasila bukan milik satu golongan. Ia milik semua. Dan tugas kita bersama adalah menjaga dan menghidupkannya—di rumah, di kampus, di jalan, di ruang digital, dan di ruang-ruang kebijakan publik.

Mari bersatu. Mari kembali pada kompas kita: Pancasila. [Red]

Facebook Comments Box

Penulis : Red

Berita Terkait

Apresiasi Program Sekolah Rakyat Presiden Prabowo, Gubernur Banten Andra Soni: Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan
Perdana di Banten, 545 Calon Jemaah Haji Ikuti Kick Off Gerakan Istitho’ah Kesehatan
Sasar Pesantren yang Belum Terjangkau MBG, PW MPI Banten Gelar Makan Bahagia Gratis
Bantu Atasi Kekeringan, PW MPI Banten Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Kampung Cerocoh
Buka Rakerda II Bapera Banten, Gubernur Andra Soni: Pemuda Bersatu, Banten Maju
DLHK Banten Ambil Sampel 3 Outlet Industri Terkait Dugaan Pencemaran Sungai Cisadane
Tim Hockey Banten Putra Maupun Putri Lolos ke Babak Selanjutnya, FHI Banten Minta masyarakat Terus Berikan Dukungan Terbaik Untuk Tim Hockey Banten
Buka Kejurnas Hockey 2026, Gubernur Andra Soni Akan Bangun Fasilitas Hockey Untuk Pembinaan Atlet di Banten

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 22:25 WIB

Apresiasi Program Sekolah Rakyat Presiden Prabowo, Gubernur Banten Andra Soni: Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan

Jumat, 25 September 2026 - 10:47 WIB

Perdana di Banten, 545 Calon Jemaah Haji Ikuti Kick Off Gerakan Istitho’ah Kesehatan

Minggu, 20 September 2026 - 20:52 WIB

Sasar Pesantren yang Belum Terjangkau MBG, PW MPI Banten Gelar Makan Bahagia Gratis

Minggu, 20 September 2026 - 16:26 WIB

Bantu Atasi Kekeringan, PW MPI Banten Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Kampung Cerocoh

Rabu, 9 September 2026 - 23:36 WIB

Buka Rakerda II Bapera Banten, Gubernur Andra Soni: Pemuda Bersatu, Banten Maju

Berita Terbaru