571.140 Penerima Bansos Ketahuan Main Judi Online, Transaksi Hampir Rp1 Triliun

Senin, 7 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi judi online. OJK telah memblokir sekitar 6.000 rekening terafiliasi judi online. Foto: ist

Ilustrasi judi online. OJK telah memblokir sekitar 6.000 rekening terafiliasi judi online. Foto: ist

Jakarta – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap penemuan adanya ratusan ribu penerima bantuan sosial terlibat judi online. Sepanjang tahun 2024, sebanyak 571.410 nomor induk kependudukan (NIK) yang terdaftar sebagai penerima bansos tercatat melakukan aktivitas perjudian online.

‎Jumlah transaksi yang tercatat dari kelompok ini pun sangat besar. Total nilai setoran ke platform judi online mencapai Rp957 miliar, yang tersebar dalam sekitar 7,5 juta kali transaksi. “Jika data kami kembangkan, mungkin bisa lebih banyak lagi,” ujar Koordinator Kelompok Humas PPATK Natsir Kongah di Jakarta, Senin(7/7/25) seperti dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Menurut Natsir, temuan tersebut berasal pencocokan data dilakukan dengan membandingkan 28,4 juta NIK penerima bansos dengan 9,7 juta NIK yang terdeteksi aktif bermain judi online. Hasilnya, ditemukan 571.410 NIK yang tercatat dalam kedua kelompok tersebut.

‎Pemerintah Gandeng PPATK untuk Evaluasi Penyaluran Bansos Temuan ini mendorong Kementerian Sosial menggandeng PPATK untuk memastikan penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran. Kolaborasi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya bansos hanya diberikan kepada pihak yang benar-benar membutuhkan.

‎”Dalam rangka upaya data yang semakin akurat, dan bansos dapat diterima oleh yang berhak, kami mohon bantuan PPATK untuk melakukan semacam analisis terhadap rekening seluruh penerima bansos,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

‎Adapun hingga 1 Juli 2025, Kementerian Sosial melaporkan bahwa lebih dari Rp20 triliun bantuan sosial telah disalurkan ke masyarakat. Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) telah diterima oleh lebih dari 8 juta keluarga atau 80,49 persen dari total KPM dengan nilai Rp5,8 triliun. Sedangkan bansos sembako sudah menjangkau lebih dari 15 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau sekira 84,71 persen dari target, dengan nilai mencapai Rp92 triliun.

‎Selain itu, bantuan tambahan sebesar Rp200 ribu per bulan selama dua bulan juga telah tersalurkan ke sekitar 15 juta KPM dari total 18,3 juta KPM dengan nilai mencapai Rp6,19 triliun. [Red]

Facebook Comments Box

Penulis : DONI

Berita Terkait

Perkenalkan Potensi Investasi di Banten ke Presiden Jerman, H.Rifky Hermiansyah Dampingi Presiden Prabowo
Wapres Ajak Mahasiswa Kawal Perbaikan Tata Kelola MBG dan KDMP Lewat Kunjungan ke Ende, Gorontalo, dan Papua
Usai Dialog, Wapres dan Perwakilan Mahasiswa Salat Magrib Berjemaah di Masjid Baiturrahman Setwapres
Terima Perwakilan Mahasiswa, Wapres Tegaskan Komitmen Perbaiki Berbagai Kekurangan
Ketum DPP KNPI: Musda VII KNPI Sultra Harus Jadi Momentum Persatuan Pemuda
KNPI Dukung Pelibatan Kantin Sekolah dalam Program Makan Bergizi Gratis
DPP KNPI Apresiasi Langkah Cepat Kejagung Tangani Persoalan di BGN
Ketum KNPI Ali Hanafiah Apresiasi Langkah Presiden Ganti Kepala BGN

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:58 WIB

Perkenalkan Potensi Investasi di Banten ke Presiden Jerman, H.Rifky Hermiansyah Dampingi Presiden Prabowo

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:57 WIB

Wapres Ajak Mahasiswa Kawal Perbaikan Tata Kelola MBG dan KDMP Lewat Kunjungan ke Ende, Gorontalo, dan Papua

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:13 WIB

Usai Dialog, Wapres dan Perwakilan Mahasiswa Salat Magrib Berjemaah di Masjid Baiturrahman Setwapres

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:59 WIB

Terima Perwakilan Mahasiswa, Wapres Tegaskan Komitmen Perbaiki Berbagai Kekurangan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:00 WIB

Ketum DPP KNPI: Musda VII KNPI Sultra Harus Jadi Momentum Persatuan Pemuda

Berita Terbaru