TANGERANG – Warga Cibodas, Kota Tangerang, dibuat geram setelah air bersih di wilayah mereka mati selama dua hingga tiga minggu. Ironisnya, di tengah krisis air tersebut, tagihan yang diterima justru membengkak hingga mencapai Rp500 ribu.
Nasrudin, salah satu warga terdampak, mengaku kecewa dan merasa dirugikan. Ia mengatakan, selama hampir tiga pekan terakhir, air di rumahnya tidak mengalir sama sekali. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia terpaksa membeli air galon dan memesan air tangki dengan biaya tambahan.
“Air mati sudah hampir tiga minggu, tapi tagihan yang datang malah sampai Rp500 ribu. Padahal setetes pun tidak mengalir ke rumah,” ujar Nasrudin dengan nada kesal.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kondisi tersebut sangat memberatkan. Selain harus membayar tagihan yang tinggi, ia juga harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli air demi kebutuhan mandi, mencuci, dan memasak.
“Ini sama saja kami bayar dua kali. Sudah tidak dapat air, tetap harus bayar mahal,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga lain di wilayah Cibodas. Mereka mempertanyakan sistem pencatatan dan penagihan yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Salahsatunya Imas yang berharap ada penjelasan resmi terkait penyebab matinya aliran air dan meminta adanya penyesuaian atau keringanan tagihan bagi pelanggan yang terdampak.
“Air bersih itu kebutuhan dasar kami matinya lama, aktivitas rumah keganggu atuh beban ekonomi kita pun juga ikut naek,” kata Imas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak penyedia layanan air yakni PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.[Riz]









