Bantu Warga Hadapi Dampak Perubahan Iklim, Universitas Yuppentek Indonesia Terjunkan Mahasiswa KKL 2026 ke Kecamatan Pinang

Selasa, 27 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang – ‎Dalam upaya merespons krisis iklim dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah perkotaan, Universitas Yuppentek Indonesia (UYI) secara resmi melepas mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tahun 2026. Mengusung tema “Optimalisasi Partisipasi Masyarakat dalam Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim melalui Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan”, program ini bertujuan memberdayakan masyarakat agar lebih tangguh menghadapi tantangan lingkungan.
‎
‎Wawanudin,M.Si selaku kepala LPPM UYI dan juga Penanggungjawab kegiatan KKL ini, mengatakan Sebanyak 26 mahasiswa diterjunkan langsung ke dua lokasi sasaran, yakni Kelurahan Panunggangan dan Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Para mahasiswa ini akan mengabdi selama satu bulan penuh, mulai 27 Oktober hingga 26 November 2026, yang kemudian kegiatan dilanjutkan dalam Lokakarya Hasil Kegiatan KKL di Kampus UYI (Jl. Perintis Kemerdekaan I No.1 Cikokol Tangerang), materi terbaik dari masing-masing kelompok akan di publish dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat UYI.
‎
‎Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Yuppentek Indonesia, Dr Bambang Kurniawan, dalam upacara pelepasan mahasiswa menyampaikan bahwa KKL tahun ini dirancang agar relevan dengan kondisi global dan lokal. “Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu akademis, melainkan ancaman nyata di depan mata, termasuk bagi Kota Tangerang yang rentan terhadap risiko banjir dan cuaca ekstrem. Mahasiswa kami, turun bukan sekadar untuk menggugurkan kewajiban SKS, tetapi untuk membawa aksi nyata, solusi kreatif, dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” ujar Wakil Rektor I yang biasa disapa mas bembeng dengan penuh optimis.
‎
‎Program KKL Tematik 2026 ini menitik beratkan pada perwujudan lingkungan berkelanjutan dan circular economy (ekonomi sirkular) berbasis rumah tangga. Selama di lapangan, mahasiswa UYI akan mengeksekusi sejumlah program prioritas, di antaranya:

‎Edukasi dan Mitigasi Sampah: Sosialisasi pemilahan sampah dari rumah tangga, pembuatan komposter, dan optimalisasi fungsi Bank Sampah tingkat wilayah.
‎
‎Pemberdayaan Ekonomi Mikro: Memberikan pelatihan kewirausahaan dan soft skill bagi pelaku usaha sub-mikro berbasis rumah tangga untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
‎
‎Kampanye Digital: Mengajak masyarakat luas peduli lingkungan melalui pemanfaatan media digital (seperti YouTube dan Podcast/IG/TikTok) untuk mempromosikan aksi-aksi pengelolaan sampah yang inovatif.
‎
‎Ketahanan Lingkungan & Pangan: Mendampingi warga dalam kegiatan gotong royong, kebersihan lingkungan, serta penguatan ketahanan pangan lokal.
‎
‎Pihak kampus berharap, sinergi antara ide-ide inovatif mahasiswa dengan kearifan lokal warga Kecamatan Pinang dapat menghasilkan sistem pengelolaan lingkungan yang mandiri dan berkelanjutan.

‎Keprihatinan Mahasiswa UYI Kota Tangerang dalam pengolahan sampah di wilayah Tangerang menjadi tema utama KKL tahun ini, seperti yang dikatakan Tiyas Chaerunisa Ketua Kelompok Peserta KKL Universitas Yuppentek Indonesia “Dengan melihat keadaan saat ini tentang perubahan iklim yang sedang terjadi kami ingin mengajak seluruh masyarakat ikut peduli terutama dalam pengolahan sampah rumah tangga,dimana kita bisa melihat semakin banyaknya sampah yang dihasilkan dari rumahtangga belum bisa dikelola maksimal oleh pemerintah daerah, maka dari itu saya berharap dengan KKL ini kita bisa memberikan pemahaman kepada warga untuk dapat mengurangi sampah rumahtangga yang bisa membuat bencana bagi kita semua” harapnya.
‎
‎Selain memberikan dampak langsung bagi warga, dari kegiatan KKL ini juga akan didokumentasikan dalam bentuk Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebagai bentuk pertanggungjawaban akademis UYI terhadap pengembangan ilmu pengetahuan yang aplikatif.
‎
‎Kegiatan KKL ini diharapkan tidak hanya berhenti pada saat penarikan mahasiswa di akhir November mendatang, melainkan mampu menumbuhkan kebiasaan baru di tengah masyarakat Kelurahan Panunggangan dan Panunggangan Utara untuk terus menjaga dan merawat lingkungan secara mandiri.
‎
‎Dalam acara tersebut Kasi Tapem Kecamatan Pinang Dr.H. Abdul Rohim membuka dan menerima Peserta KKL Universitas Yuppentek Indonesia di Aula Kecamatan Pinang Kota Tangerang. Selasa (27/10/26). (Red)

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Facebook Comments Box

Penulis : Fale wali

Berita Terkait

Unggah Video Merokok Saat Rapat Fraksi, Aktivis Desak MKD Kota Tangerang Evaluasi Anggota DPRD Kota Tangerang
Saiful Milah Raih Penghargaan The Best Legislative Leadership, Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat
Peduli Lingkungan Hidup, CEO JHL Group Venny F. Hermawan Raih Penghargaan Tokoh Perempuan Inspiratif
Purna Tugas, Lurah Kutabaru Dapat Pesan Haru dari Warga
‎‎Sachrudin: Kejurnas Sepatu Roda Lahirkan Atlet yang Bisa Banggakan Indonesia
Baru capai 50,31 Persen, Komisi III Minta Percepatan Serapan Anggaran Lebih Maksimal
Christian Lois DPRD Kota Tangerang Inisiatif Dorong Raperda Toleransi
JHL Group dan Banksasuci Bersihkan Sungai Cisadane Jelang World Cleanup Day

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Bantu Warga Hadapi Dampak Perubahan Iklim, Universitas Yuppentek Indonesia Terjunkan Mahasiswa KKL 2026 ke Kecamatan Pinang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Unggah Video Merokok Saat Rapat Fraksi, Aktivis Desak MKD Kota Tangerang Evaluasi Anggota DPRD Kota Tangerang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Saiful Milah Raih Penghargaan The Best Legislative Leadership, Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:41 WIB

Peduli Lingkungan Hidup, CEO JHL Group Venny F. Hermawan Raih Penghargaan Tokoh Perempuan Inspiratif

Rabu, 30 September 2026 - 19:28 WIB

Purna Tugas, Lurah Kutabaru Dapat Pesan Haru dari Warga

Berita Terbaru