Kota Tangerang – tiga hari menjelang bulan Ramadhan 1447 Hijriyah, tempat pemakaman umum (TPU) Selapajang Kota Tangerang dipadati ratusan orang yang berziarah. Tradisi ziarah untuk mengunjungi dan memberikan doa bagi sanak keluarga serta kerabat yang telah meninggal dunia masih terus dilakukan hingga Minggu (15/2/2026).
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Saat matahari mulai turun ke ufuk barat, para peziarah berduyun-duyun turun dari kendaraan.
Salah satu dari mereka membawa kantong plastik di tangannya yang berisi campuran beragam bunga ditambah irisan daun pandan.
Ada pula yang membawa botol kaca berisi air. Barang-barang yang mereka bawa itu akan ditabur di makam orang yang dikunjungi usai membersihkan makamnya dan membacakan doa.
Kegiatan ziarah ini juga dilakukan rutin oleh Septi (21) dan keluarganya.
”Kami memang rutin ziarah ke makam orangtua kami di sini, apalagi kalau dekat bulan puasa begini,” kata Septi di TPU Selapajang, Minggu.
Menurut dia, ziarah ke makam orang terkasih yang sudah lebih dahulu meninggal dunia ini adalah cara terbaik untuk mengingat mati. Selain itu, tradisi itu juga dilakukan untuk mengenang dan mengantarkan doa kepada orang terkasih. Selain Septi, ada pula Pebi (32) yang datang berziarah ke TPU Selapajang bersama dengan keluarganya.
Pebi mengenang kepergian saudaranya yang telah meninggal dunia lebih dahulu pada tahun 2014.
”Ini makam ayah dan kakek saya. Kami rutin ke sini, pada tiap tahunnya,” ujar dia.
Dita rutin berziarah tidak hanya saat mendekati bulan Ramadhan saja. Setiap ada waktu luang bersama keluarganya, ia selalu menyempatkan diri datang ke makam ayahnya itu.
TPU Selapajang diperkirakan masih akan ramai dengan kedatangan orang berziarah ke makam saudara beserta keluarganya, sampai awal Ramadhan 1447 Hijriyah.
Selain para peziarah, TPU Selapajang juga diramaikan oleh para pedagang bunga, pedagang camilan, dan juga jasa bersih-bersih pemakaman. [red]
Penulis : Doni









