Viral! AHY Tegur Keras Kepala BBWS Ciliwung-Cisadane, Apa Penyebabnya?

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Ahmad Victor Samodra saat mendengarkan Arahan Menko Infras, Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: ist

Plt. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Ahmad Victor Samodra saat mendengarkan Arahan Menko Infras, Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: ist

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegur keras Plt. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Ahmad Victor Samodra, pada kamis (07/5/2026).

Kejadian bermula saat AHY tengah memaparkan detail teknis yang sangat krusial, namun Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane kedapatan meninggalkan lokasi saat pengarahan sedang berlangsung.

“Heh pak Kepala Balai, di sini dulu! Pak, saya bicara untuk Bapak lho. Mau ke mana?” ujar AHY dengan nada tegas.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak cukup sekali, ia bahkan memanggil pejabat tersebut hingga dua kali untuk memastikan yang bersangkutan kembali ke tempat duduk dan menyimak arahan hingga tuntas.

“Anda dengarkan dulu saya di sini. Gimana mau mendengarkan arahan kalau bapak nggak ada, dua kali saya panggil bapak nggak ada gitu lho,” tegur AHY.

Bagi AHY, setiap poin kebijakan yang disampaikan memiliki bobot yang tidak bisa diabaikan.

Dalam paparan tersebut, AHY membedah masalah klasik sungai-sungai di Jakarta. Saat ini, rata-rata lebar sungai hanya berkisar 15–25 meter dengan kapasitas tampung 200 meter kubik per detik. Angka ini dinilai sangat jauh dari ideal.

Untuk menjamin Jakarta bebas dari genangan besar, AHY menegaskan sungai harus dilebarkan menjadi 35–50 meter agar mampu menampung debit air hingga 470 meter kubik per detik.

Tantangan kian berat dengan adanya pendangkalan setinggi 20–50 sentimeter setiap tahunnya, yang menuntut pengerukan rutin tanpa henti.

AHY menekankan bahwa banjir Jakarta adalah “pekerjaan rumah” raksasa yang membutuhkan sinergi dari Bogor (hulu), Depok (tengah), hingga DKI Jakarta (hilir). Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur fisik seperti tanggul dan sodetan akan sia-sia tanpa adanya pendekatan sosial.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur. Kesadaran kolektif masyarakat untuk tidak membuang sampah ke aliran air juga sangat menentukan,” tandasnya.[red]

Facebook Comments Box

Penulis : Fale Wali

Berita Terkait

Dukung Suyudi Aryo Seto Sebagai Kapolri, DPP KNPI Siap Berkolaborasi Bersama POLRI
Ketum DPP KNPI Dukung Kuliah Gratis: Cetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas
Tidak Ada Nama Kepala BPN Kota Tangerang Dalam Daftar 8 Tersangka OTT KPK
Bicara Polisi, Publik dan Media, Kadiv Humas Polri: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik
Aktivis Peduli Sungai Tolak Gagasan Menteri PKP Bangun Rumah Susun Diatas Sungai: Ide Konyol!
Hasil Akhir Kejurnas Hockey Indoor 2026, Gubernur Banten Andra Soni: Bangga Bisa Menjadi Tuan Rumah
Sufmi Dasco Salurkan Bantuan Kursi Roda Ke Lansia Disabilitas di Tangerang
Tangani Gempa M 7,7 Flores, Kepala BNPB Instruksikan Delapan Langkah Strategis Penanganan Darurat

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Dukung Suyudi Aryo Seto Sebagai Kapolri, DPP KNPI Siap Berkolaborasi Bersama POLRI

Sabtu, 26 September 2026 - 23:43 WIB

Ketum DPP KNPI Dukung Kuliah Gratis: Cetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas

Selasa, 15 September 2026 - 21:03 WIB

Tidak Ada Nama Kepala BPN Kota Tangerang Dalam Daftar 8 Tersangka OTT KPK

Rabu, 9 September 2026 - 22:02 WIB

Bicara Polisi, Publik dan Media, Kadiv Humas Polri: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Aktivis Peduli Sungai Tolak Gagasan Menteri PKP Bangun Rumah Susun Diatas Sungai: Ide Konyol!

Berita Terbaru