Pernyataan Dr. Ir. Giwo Rubianto, M.Pd terkait Pengesahan RUU PPRT di Hari Kartini

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh perempuan, Dr. Ir. Giwo Rubianto, M.Pd. Foto: ist

Tokoh perempuan, Dr. Ir. Giwo Rubianto, M.Pd. Foto: ist

Jakarta – Hari ini bukan sekadar tanggal (21 April 2026). Ini adalah titik yang telah lama kami nantikan, melalui perjalanan panjang yang dipenuhi kesabaran, kelelahan, bahkan rasa putus asa yang kerap tak terucap.

Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, pengesahan RUU PPRT menjadi momen bersejarah bagi perjuangan perempuan Indonesia. Sebuah ikhtiar panjang yang dahulu sering dianggap tidak mendesak, kini akhirnya hadir sebagai kenyataan. Saya, Giwo Rubianto, merasakan haru yang mendalam atas capaian ini.

Selama lebih dari 22 tahun RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga ini diperjuangkan, dibahas, dan diperjuangkan kembali tanpa henti. Dua dekade lebih yang bukan hanya angka, tetapi jejak panjang perjuangan, konsistensi, dan keberanian.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saya masih mengingat dengan sangat jelas perjalanan bersama, saat saya menjadi Ketua Umum Kowani, bersama dengan berbagai organisasi perempuan, termasuk JALA PRT, dan juga bersama Komnas Perempuan, dalam terus menyuarakan satu hal yang tidak pernah berubah: bahwa pekerja rumah tangga adalah manusia, adalah warga negara, dan berhak atas perlindungan serta martabat yang setara.

Perjuangan ini bukan perjalanan singkat. Ini adalah kerja panjang bertahun-tahun, yang diisi oleh kesabaran, keyakinan, dan keberanian untuk tetap bersuara meskipun sering tidak didengar.

Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, kepada Presiden, dan kepada DPR yang telah mengambil langkah penting ini. Namun dengan tegas saya menyatakan: ini bukan akhir. Ini adalah awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar.

Undang-undang ini tidak boleh berhenti sebagai teks hukum. Ia harus hidup dalam praktik. Ia harus memberikan perlindungan nyata. Ia harus menghadirkan rasa aman. Dan ia harus mengangkat martabat para pekerja rumah tangga yang selama ini bekerja dalam diam.

Hari Kartini tahun ini mengingatkan kita bahwa semangat perempuan tidak pernah padam, ia hidup dalam suara yang terus bersuara, dalam langkah yang tidak berhenti, dan dalam harapan yang tetap dijaga.

Dengan penuh syukur, hormat, dan tanggung jawab sejarah, kami menegaskan: perjuangan ini telah membuka pintu, dan kini tugas kita bersama adalah memastikan pintu itu tidak pernah tertutup kembali bagi keadilan.[red]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dr. Giwo Rubianto Kecam Keras Kasus Pelecehan di Fakultas Hukum UI
Ketua Umum DPP KNPI Serukan Persatuan Pemuda di Idul Fitri 1447 H Hadapi Tantangan Global
Kawendra Ditemani Raffi Ahmad dan Ifan Seventeen Lepas Pemudik Kereta Ke Jember Lumajang
Bimbingan Teknis (Bimtek) Bagi Penjamah Makanan untuk Mewujudkan Asupan Gizi yang Berkualitas
Hasil Hisab Kemenag: 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
‎Awal Puasa 2026 Muhammadiyah 18 Februari, Tarawih Mulai Malam Ini
DPP KNPI Perkuat Barisan: Umumkan Pemberhentian Ilyas Indra dan Saad Lubis 
Muhammadiyah Resmi Tetapkan Awal Ramadan 18 Febuari 2026

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 19:12 WIB

Pernyataan Dr. Ir. Giwo Rubianto, M.Pd terkait Pengesahan RUU PPRT di Hari Kartini

Jumat, 17 April 2026 - 19:56 WIB

Dr. Giwo Rubianto Kecam Keras Kasus Pelecehan di Fakultas Hukum UI

Senin, 23 Maret 2026 - 00:16 WIB

Ketua Umum DPP KNPI Serukan Persatuan Pemuda di Idul Fitri 1447 H Hadapi Tantangan Global

Selasa, 17 Maret 2026 - 11:19 WIB

Kawendra Ditemani Raffi Ahmad dan Ifan Seventeen Lepas Pemudik Kereta Ke Jember Lumajang

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:35 WIB

Bimbingan Teknis (Bimtek) Bagi Penjamah Makanan untuk Mewujudkan Asupan Gizi yang Berkualitas

Berita Terbaru