Pemkot Cilegon Bersama Chandra Asri Luncurkan Program Kolase, 120 Sekolah Jadi Agen Pengelolaan Sampah

Jumat, 25 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎CILEGON — Pemerintah Kota Cilegon bersama PT Chandra Asri Pacific dan Yayasan Bakti Barito meluncurkan Program Kolaborasi Kelola Sampah Ekonomi Sirkular (Kolase) Batch 3 dan 4 Tahun 2026. Program tersebut melibatkan sebanyak 120 sekolah di Kota Cilegon sebagai bagian dari upaya membangun budaya pengelolaan sampah sejak lingkungan pendidikan.

Peluncuran program menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga filantropi, satuan pendidikan, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berbasis ekonomi sirkular.

Direktur Legal and External Affairs PT Chandra Asri Pacific, Edi Riva’i, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cilegon atas perhatian dan dukungan terhadap pelaksanaan Program Kolase.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, program tersebut terus mengalami perkembangan. Dari yang sebelumnya diterapkan di empat sekolah, kemudian berkembang menjadi 25 sekolah, hingga kini diperluas dan diluncurkan di 120 sekolah.

“Bagaimana sekolah menjadi agen pengelolaan sampah. Pemerintah kota sebagai inisiator sekaligus pemegang kebijakan memberikan perhatian dan dukungan terhadap program ini,” ujar Edi, Kamis (24/9/2026). 

Edi berharap sekolah-sekolah di Kota Cilegon dapat menjadi contoh sekaligus role model dalam penerapan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah sekolah yang mengikuti, tetapi terutama dari perubahan perilaku dalam mengelola dan bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.

“Kalau berjalan dengan baik, dampaknya bisa dirasakan sekitar 240 ribu orang. Sampah juga memiliki nilai ekonomi dan beban TPA dapat berkurang,” katanya.

Sementara itu, Direktur Yayasan Bakti Barito Anis Purbasari mengatakan, pihaknya memiliki perhatian terhadap isu pendidikan dan lingkungan, termasuk perubahan iklim, ekonomi sirkular, dan konservasi.

Sejak 2022, Yayasan Bakti Barito telah menjangkau hampir 200 sekolah dalam program pengelolaan sampah dengan capaian sekitar 35,3 ton sampah yang dikelola.

“Kami berharap dapat terus mendampingi dan memberikan dampak langsung bagi 120 sekolah yang menjadi bagian dari program ini,” ujarnya.

Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan persoalan sampah merupakan tantangan yang dihadapi berbagai daerah, termasuk Kota Cilegon. Karena itu, penanganan sampah harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari hulu hingga hilir.

“Sampah menjadi persoalan bukan hanya di Cilegon. Karena terlalu nyaman, kita tidak terlalu fokus membenahinya. Akhirnya sampah menggunung dan menjadi penyakit. Ini harus betul-betul diselesaikan dari hulu sampai hilir,” kata Robinsar.

Menurutnya, Program Kolase bukan semata-mata bertujuan mengurangi sampah, tetapi juga menjadi bagian dari proses edukasi dan pembentukan karakter generasi muda.

“Program ini bukan hanya untuk menghilangkan sampah, tetapi menjadi sarana edukasi dan pembelajaran agar generasi ke depan tidak sembarangan membuang sampah dan memahami bagaimana mengelola sampah,” ujarnya.

Robinsar meminta para guru dan kepala sekolah untuk terus menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan kepada peserta didik. Dengan demikian, perubahan perilaku diharapkan dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Robinsar juga menyampaikan rencana pengembangan pengolahan sampah menjadi energi. Pada 2028, direncanakan groundbreaking pembangunan pembangkit listrik di wilayah Serang Raya dengan alokasi pengolahan sampah untuk Kota Cilegon sekitar 300 ton per hari.

“Bagaimana ke depan sampah ini betul-betul bisa diolah. Output utamanya adalah mengubah paradigma, mengubah habit, sama-sama menjaga lingkungan sehingga sampah bisa berkurang,” tuturnya.

Robinsar juga mengajak dunia industri di Kota Cilegon untuk memberikan dukungan secara maksimal terhadap berbagai program pengelolaan sampah.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, industri, sekolah, masyarakat, dan para penggiat lingkungan dapat terus diperkuat sehingga pengelolaan sampah di Kota Cilegon semakin baik.

“Terima kasih banyak kepada Chandra Asri, Yayasan Bakti Barito, dan teman-teman penggiat sampah yang terus memberikan dukungan. Mari bersama-sama mewujudkan Cilegon yang semakin bersih,” pungkasnya.(red)

Facebook Comments Box

Penulis : Fale wali

Berita Terkait

Piket di Pelabuhan Merak, Gubernur Andra Soni Pastikan Kelancaran Mudik 2026
Annisa Mahesa Apresiasi Kampung Programming, Warga Cilegon Siap Hadapi Era Digital
Jumlah Pemudik Meningkat di Pelabuhan Ciwandan, Andra Soni: Alhamdulillah Tidak Ada Penumpukan, Langsung Berangkat

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 21:57 WIB

Pemkot Cilegon Bersama Chandra Asri Luncurkan Program Kolase, 120 Sekolah Jadi Agen Pengelolaan Sampah

Kamis, 19 Maret 2026 - 06:04 WIB

Piket di Pelabuhan Merak, Gubernur Andra Soni Pastikan Kelancaran Mudik 2026

Selasa, 12 Agustus 2025 - 12:34 WIB

Annisa Mahesa Apresiasi Kampung Programming, Warga Cilegon Siap Hadapi Era Digital

Jumat, 28 Maret 2025 - 03:18 WIB

Jumlah Pemudik Meningkat di Pelabuhan Ciwandan, Andra Soni: Alhamdulillah Tidak Ada Penumpukan, Langsung Berangkat

Berita Terbaru