Pemkot Serang Waspadai Harga Beras dan Sejumlah Komoditas Pemicu Inflasi, GPM hingga Monitoring Pasar Diperkuat

Kamis, 20 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memperkuat langkah pengendalian inflasi menyusul masih adanya sejumlah komoditas pangan yang berpotensi mendorong kenaikan harga. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah beras, meski ketersediaan stok di wilayah tersebut disebut masih aman.

Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Yudi Suryadi, mengatakan hasil rapat evaluasi pengendalian inflasi menjadi dasar pemerintah dalam merespons kondisi yang terjadi di masyarakat. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari Gerakan Pangan Murah (GPM), subsidi pangan, hingga monitoring harga dan pasokan di pasar.

Ini salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengendalikan supaya tetap terkendali,” ujar Yudi.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Pemkot Serang juga terus meningkatkan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk memperkuat kerja sama antardaerah, terutama dengan daerah penghasil komoditas pangan.

Kerja sama tersebut dinilai penting karena sebagian pedagang dan distributor di Kota Serang memperoleh pasokan dari berbagai daerah berdasarkan kebutuhan masing-masing. Karena itu, pemerintah perlu mengetahui rantai pasok komoditas strategis agar potensi gejolak harga dapat diantisipasi lebih cepat.

Di sisi lain, pemerintah bersama Perum Bulog juga melakukan pemantauan langsung terhadap komoditas pangan di pasar, termasuk beras dan minyak goreng.

Yudi menyebut sejumlah komoditas menjadi penyumbang inflasi Kota Serang. Secara month to month (mtm), beberapa komoditas yang tercatat memberikan tekanan antara lain kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), ketimun, jengkol, serta sigaret.

Sementara secara year on year (yoy), tekanan inflasi pada Juli antara lain berasal dari emas, bensin, sigaret, minyak goreng, dan telepon seluler.

Terkait telepon seluler yang masuk sebagai salah satu penyumbang inflasi, Yudi memperkirakan hal tersebut berkaitan dengan meningkatnya permintaan masyarakat.

Banyak orang mungkin membeli telepon baru atau mengganti. Kebutuhan per orang terhadap telepon seluler meningkat, sehingga permintaannya juga banyak,” jelasnya.

Untuk komoditas pangan, beras menjadi salah satu perhatian serius pemerintah. Yudi menjelaskan, kenaikan harga beras perlu diantisipasi karena beras merupakan kebutuhan utama masyarakat dan kenaikan yang relatif kecil sekalipun dapat memberikan dampak terhadap pengeluaran masyarakat.

Meski stok beras di Kota Serang disebut masih aman oleh Bulog dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, harga di tingkat pasar masih perlu diperhatikan. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah mulai berakhirnya masa panen.

Masyarakat biasanya masih menginginkan beras hasil panen. Sementara beras SPHP merupakan beras tahun sebelumnya,” katanya.

Selain beras, sejumlah komoditas lain seperti gula pasir dan daging ayam juga menjadi bahan yang perlu diantisipasi. Khusus daging ayam, pemerintah melihat adanya kemungkinan peningkatan permintaan seiring kembali beroperasinya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menariknya, kondisi berbeda justru terjadi pada cabai dan bawang merah. Kedua komoditas tersebut tercatat mengalami deflasi atau penurunan harga.

“Kalau cabai malah kita minus. Cabai merah minus, bawang merah minus,” ungkap Yudi.

Sementara itu, harga telur ayam di Kota Serang hingga saat ini masih berada dalam kondisi relatif stabil.

Pemkot Serang memastikan pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui pemantauan harga, tetapi juga dengan menjaga kelancaran pasokan. Penguatan komunikasi lintas-OPD, pemantauan pasar bersama Bulog, serta penjajakan kerja sama dengan daerah penghasil menjadi bagian dari strategi agar gejolak harga dapat ditekan sebelum berdampak lebih luas kepada masyarakat.

Langkah tersebut menjadi penting karena stabilitas harga pangan tidak hanya berkaitan dengan daya beli masyarakat, tetapi juga turut menentukan keberhasilan pemerintah menjaga inflasi tetap terkendali di Kota Serang. (Red)

Facebook Comments Box

Penulis : Fale wali

Berita Terkait

Harmony Speech Festival di Kota Serang Berlangsung Meriah, Pesan Kerukunan Disampaikan Lewat Budaya
HUT ke-81 RI di Kota Serang, Momentum Perkuat Persatuan dan Semangat Membangun Daerah
HUT RI Ke-81, Pejabat Pemkot Serang Kenakan Pakaian Nusantara
Wali Kota Serang Budi Rustandi Lantik Tiga Pejabat Eselon II demi Percepatan Pembangunan
Di Bawah Kepemimpinan Budi Rustandi, Investasi Kota Serang Tembus Rp840 Miliar
Laksanakan Intruksi Gubernur Banten, Ketum KNPI Antar Anak Ambil Rapot di SMAN 1 Kota Serang
Berkah Iduladha, Anggota DPR RI Annisa Mahesa Salurkan 63 Hewan Qurban
Pastikan Gizi Anak Terjaga, Annisa Mahesa Tinjau SPPG di Cikande Serang

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Pemkot Serang Waspadai Harga Beras dan Sejumlah Komoditas Pemicu Inflasi, GPM hingga Monitoring Pasar Diperkuat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Harmony Speech Festival di Kota Serang Berlangsung Meriah, Pesan Kerukunan Disampaikan Lewat Budaya

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:14 WIB

HUT ke-81 RI di Kota Serang, Momentum Perkuat Persatuan dan Semangat Membangun Daerah

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:51 WIB

HUT RI Ke-81, Pejabat Pemkot Serang Kenakan Pakaian Nusantara

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Wali Kota Serang Budi Rustandi Lantik Tiga Pejabat Eselon II demi Percepatan Pembangunan

Berita Terbaru

Serang Raya

HUT RI Ke-81, Pejabat Pemkot Serang Kenakan Pakaian Nusantara

Senin, 17 Agu 2026 - 14:51 WIB