Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni bertindak sebagai Pembina Upacara dan menyampaikan amanat yang menekankan nilai keberanian, ketangguhan, serta kejujuran pemuda Indonesia.
Dalam amanatnya, Andra Soni menyampaikan bahwa semangat pemuda 1928 merupakan tonggak sejarah yang terus menjadi inspirasi perjuangan bangsa. Para pemuda kala itu tidak hanya bersuara lantang, tetapi juga berani mengorbankan darah dan nyawa demi persatuan Indonesia.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Tugas pemuda saat ini berbeda, bukan lagi mengangkat bambu runcing, melainkan mengangkat ilmu pengetahuan, kerja keras, dan kejujuran. Namun semangat perjuangan tetap menjadi nilai yang harus diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Andra Soni menuturkan bahwa dunia bergerak cepat dan tantangan semakin berat. Meski demikian, pemuda Indonesia tidak boleh takut. Optimisme harus terus dirawat karena kekuatan bangsa terletak pada generasi mudanya.
Ia menegaskan, pemuda yang patriotik, gigih, dan memiliki empati nyata akan menjadi kekuatan utama dalam membangun kemajuan bangsa. Pemuda harus berani bermimpi besar dan tidak gentar menghadapi kegagalan. Andra Soni mengajak seluruh pemuda Banten menjaga api perjuangan dan membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, kuat, adil, makmur, dan disegani di mata dunia internasional. [Red]
Penulis : Fale Wali









