Waspadai DBD Saat Musim Kemarau, Nyamuk Aedes Aegypti Justru Lebih Cepat Berkembang

Kamis, 10 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk kosmopolitan yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Foto: ist

Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk kosmopolitan yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Foto: ist

SERANG – Di tengah teriknya puncak musim kemarau, banyak orang beranggapan risiko terkena demam berdarah menurun karena minimnya genangan air.

Padahal, kondisi udara panas dan kering justru mempercepat siklus hidup nyamuk aedes aegypti pembawa virus dengue, sehingga potensi penularan meningkat.

Hal ini menjadi perhatian serius karena kasus demam berdarah dengue (DBD) tengah mengalami lonjakan di banyak daerah.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Kota Serang, Badan Pusat Statistik dan Dinas Kesehatan mencatat 311 kasus DBD sepanjang tahun 2023.

Meski angkanya tampak kecil, secara nasional, laporan Kementerian Kesehatan pada Juni 2024 menyebutkan bahwa dari 456 kabupaten/kota di 34 provinsi, sebanyak 174 kabupaten/kota di 28 provinsi melaporkan kematian akibat DBD.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Bethsaida Hospital Serang dr. Arnadi Taslim, Sp.PD, FINASIM menjelaskan, Demam Berdarah Dengue disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus.

Virus ini terdiri dari empat serotipe, yakni DENV-1 hingga DENV-4, yang tidak saling memberikan kekebalan. Artinya, seseorang yang pernah terkena satu serotipe masih bisa tertular serotipe lainnya dengan risiko gejala lebih berat.

“Musim kemarau sering membuat masyarakat lengah, padahal justru pada saat inilah nyamuk berkembang lebih cepat dan tidak terdeteksi,” jelas dr. Arnadi.

Gejala DBD biasanya muncul dalam kurun waktu 4 hingga 10 hari setelah tergigit nyamuk pembawa virus.

Pasien umumnya mengalami demam tinggi secara mendadak, nyeri kepala dan di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, muncul ruam kemerahan, serta bisa disertai mimisan, gusi berdarah, atau bintik merah di kulit.

Penyakit ini memiliki tiga fase, yakni demam, kritis, dan pemulihan. Fase kritis yang berlangsung pada hari ketiga hingga keenam menjadi masa paling berisiko. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, komplikasi seperti syok dengue, perdarahan, dan gagal organ dapat terjadi.

Hingga saat ini, belum ada obat khusus untuk menyembuhkan DBD. Penanganan hanya bersifat suportif dengan menjaga kestabilan cairan tubuh dan mengontrol gejala.

Namun, DBD dapat dicegah dengan langkah sederhana seperti menggunakan lotion anti-nyamuk, mengenakan pakaian tertutup, menjaga kebersihan lingkungan, serta melakukan 3M (menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air).

Selain itu, vaksinasi dengue juga bisa menjadi pilihan pencegahan yang dianjurkan sejak usia enam tahun.

“Sebenarnya, proses pencegahan adalah langkah yang paling penting dalam penanganan penyakit DBD, namun pasien tidak jarang terlambat menyadarinya,” ujar dr. Arnadi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pencegahan dan penanganan demam berdarah, Bethsaida Hospital Serang menyediakan layanan medis lengkap yang mencakup pemeriksaan, perawatan intensif, hingga layanan vaksinasi DBD.

Direktur Bethsaida Hospital Serang dr. Tirtamulya memastikan, seluruh proses dilakukan oleh tenaga medis berpengalaman dengan pendekatan yang menyeluruh.

“Kami memahami bahwa demam berdarah bisa datang secara tiba-tiba dan menimbulkan kekhawatiran besar, terutama di musim kemarau seperti sekarang. Karena itu, kami di Bethsaida Hospital Serang menyediakan layanan yang tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan seperti vaksinasi,“ katanya.[red]

Facebook Comments Box

Penulis : Imam DJM

Berita Terkait

Wali Kota Serang Budi Rustandi Lantik Tiga Pejabat Eselon II demi Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah
Pemkot dan DPRD Kota Serang Sepakati Usulan Penetapan Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi Banten
Wali Kota Serang Budi Rustandi Pantau Seleksi Pimpinan Baznas, Tekankan Proses Objektif dan Sesuai Aturan
Pemkot Serang Sabet Penghargaan Juara II TPID Nasional Wilayah Jawa-Bali Tahun 2026
Wujud Kepedulian Pemerintah Daerah, Wali Kota Serang Takziah ke Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Evaluasi Layanan 112, Wali Kota Serang Instruksikan Jajaran OPD Lebih Responsif Tangani Aduan Masyarakat
Sambat Camat Diluncurkan, Pemkot Serang Percepat Respons Keluhan Warga
Tindak Lanjuti Arahan Gubernur Andra Soni, Pemkot Serang Jajaki Kolaborasi dengan DAMRI untuk Tingkatkan Transportasi Umum

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Wali Kota Serang Budi Rustandi Lantik Tiga Pejabat Eselon II demi Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Pemkot dan DPRD Kota Serang Sepakati Usulan Penetapan Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi Banten

Selasa, 29 September 2026 - 16:00 WIB

Pemkot Serang Sabet Penghargaan Juara II TPID Nasional Wilayah Jawa-Bali Tahun 2026

Selasa, 29 September 2026 - 15:54 WIB

Wujud Kepedulian Pemerintah Daerah, Wali Kota Serang Takziah ke Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Rabu, 23 September 2026 - 18:22 WIB

Evaluasi Layanan 112, Wali Kota Serang Instruksikan Jajaran OPD Lebih Responsif Tangani Aduan Masyarakat

Berita Terbaru