Webinar “Ruang Digitalisasi Anak Aman Dan Sehat”,Habib Idrus Tegaskan: Bukan Anak yang Salah, Tapi Orang Tua di Era Gawai

Kamis, 28 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, 28 Agustus 2025 – Webinar “Ruang Digitalisasi Anak Aman dan Sehat” mengungkap fakta mengejutkan: kecanduan gawai pada anak sering kali bermula dari perilaku orang tua. Acara yang digelar Komdigi bersama Komisi I DPR RI ini menghadirkan Habib Idrus Salim Aljufri bersama Dr. Rulli Nasrullah dan Dr. Muhammad Iqbal.

Habib Idrus menegaskan, “Orang tua harus menjadi role model. Pendampingan bukan sekadar melarang, tapi menunjukkan cara sehat menggunakan gawai. Anak belajar dari apa yang ia lihat, bukan hanya dari apa yang ia dengar.”terangnya.

Dr. Iqbal memperluas penjelasan dengan teori perkembangan anak. Menurutnya, kebutuhan anak di tiap usia—apresiasi, eksplorasi, pengakuan—sering tidak terpenuhi, sehingga anak mencari kompensasi lewat gawai. “Anak adalah peniru terbaik. Kalau orang tuanya sibuk dengan gawai, anak akan meniru tanpa filter,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dr. Rulli menambahkan dari sisi literasi digital. “Keluarga adalah ekosistem pertama. Kalau budaya digital sehat tidak dimulai dari rumah, anak akan rapuh menghadapi banjir informasi.”

Peserta webinar menyoroti kasus nyata. Seorang ibu bertanya bagaimana menghadapi anak yang tetap kecanduan meski sudah didampingi di rumah karena lingkungan luar memengaruhi. Dr. Iqbal menekankan konsistensi aturan dan memberi alternatif aktivitas yang lebih menarik.

Andri, seorang guru ngaji, menyampaikan keresahannya melihat anak-anak di lingkungannya kecanduan game online berkelompok. Ia mendapat saran agar menginisiasi kegiatan alternatif seperti olahraga, lomba adzan, hingga menyisipkan edukasi adab digital dalam pengajian.

Menutup diskusi, Habib Idrus menegaskan: “Anak-anak kita bukan generasi yang lemah. Mereka hanya butuh bimbingan yang tepat. Kalau keluarga, sekolah, dan negara berjalan seiring, ruang digital bisa menjadi sahabat, bukan ancaman.”tutupnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Fale Wali

Berita Terkait

Ketum DPP KNPI Serukan Pemuda Indonesia Bersatu Dukung Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto
Rakor Bidang Politik dan Keamanan, Mendes Yandri Paparkan Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa
Momentum Hari Sumpah Pemuda, Inilah Daftar Lengkap Putra Putri Terbaik Bangsa Calon Penerima Penghargaan KNPI Award 2026
Perdana, Puteri Asal Banten Masuk Bursa Calon Ketum Kohati PB HMI, Bawa Gagasan 8 Pilar untuk Indonesia
Hari Santri Nasional 2026, Mendes Yandri Susanto Tekankan Peran Strategis Pesantren Jaga Moral Bangsa di Era Digital
Ketua Umum DPP KNPI Ali Hanafiah Ajak Pemuda Jadi Perekat Persatuan di Hari Santri 2026
Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran, IKA BEM Nusantara dan DPP KNPI siap Berkolaborasi
Peduli Lingkungan Hidup, CEO JHL Group Venny F. Hermawan Raih Penghargaan Tokoh Perempuan Inspiratif

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Ketum DPP KNPI Serukan Pemuda Indonesia Bersatu Dukung Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Rakor Bidang Politik dan Keamanan, Mendes Yandri Paparkan Penanganan Karhutla untuk Masyarakat Desa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:47 WIB

Perdana, Puteri Asal Banten Masuk Bursa Calon Ketum Kohati PB HMI, Bawa Gagasan 8 Pilar untuk Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Mendes Yandri Susanto Tekankan Peran Strategis Pesantren Jaga Moral Bangsa di Era Digital

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Ketua Umum DPP KNPI Ali Hanafiah Ajak Pemuda Jadi Perekat Persatuan di Hari Santri 2026

Berita Terbaru