Normalisasi Kali Parung Dikebut, Pemkot Serang Antisipasi Banjir Musim Hujan

Rabu, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC3) mempercepat normalisasi Kali Parung sebagai langkah antisipasi potensi banjir menjelang musim penghujan.

Wali Kota Serang Budi Rustandi meninjau langsung proses pengerukan dan normalisasi Kali Parung.

Dalam peninjauan tersebut, Budi melihat langsung kondisi aliran sungai serta proses pengerukan sedimentasi yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran air.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Budi, penanganan infrastruktur sungai menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah karena keberadaan Kali Parung berkaitan langsung dengan kawasan permukiman warga, fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, serta lahan pertanian.

Hari ini kita melihat langsung proses penanganan masalah banjir yang menjadi perhatian bersama,” kata Budi.

Ia berharap proses normalisasi dapat segera memberikan dampak terhadap kelancaran aliran sungai sehingga potensi genangan dan banjir di kawasan sekitar dapat ditekan ketika musim hujan tiba.

Saya sangat berharap normalisasi ini dapat segera memberikan dampak positif, sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kebanjiran saat musim hujan tiba,” ujarnya.

Normalisasi Kali Parung saat ini difokuskan pada pengerukan sedimentasi sepanjang sekitar satu kilometer. Pengerjaan tersebut merupakan bagian dari penanganan aliran sungai yang memiliki panjang sekitar 15 kilometer.

Pengerukan dilakukan dengan kedalaman sekitar satu hingga dua meter dan ditargetkan selesai dalam waktu dua hingga tiga pekan ke depan.

Selain Kali Parung, Pemkot Serang juga mendorong penanganan Sungai Ciwaka, khususnya di kawasan Perumahan Grand Sutera.

Pemkot mengusulkan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di kawasan tersebut. Usulan itu diharapkan dapat direalisasikan oleh BBWSC3 melalui anggaran tahun 2027.

Pembangunan TPT dinilai diperlukan untuk membantu menahan luapan air Sungai Ciwaka yang lokasinya berbatasan langsung dengan permukiman warga.

Namun, pelaksanaan normalisasi sungai masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya keberadaan bangunan liar di bantaran sungai, terutama di wilayah Cibendung.

Keberadaan bangunan tersebut membuat akses alat berat menuju sungai menjadi terbatas sehingga proses pengerukan tidak dapat dilakukan secara optimal.

Budi kemudian menginstruksikan jajaran kecamatan dan kelurahan untuk melakukan koordinasi dalam rangka penertiban bangunan liar di bantaran sungai.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan akses menuju lokasi normalisasi tetap terbuka dan pekerjaan penanganan sungai dapat berjalan lancar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang Iwan Sunardi mengatakan, selain bangunan di bantaran sungai, terdapat sejumlah faktor lain yang turut memengaruhi terhambatnya aliran air.

Di antaranya penyempitan lahan sungai, penumpukan sampah, serta pertumbuhan pohon liar di sepanjang daerah aliran sungai (DAS).

Kami dari Pemkot Serang telah menurunkan tim untuk mengkaji titik-titik genangan dan mendampingi pihak Balai. Keberadaan sungai ini mestinya bersih dari halangan agar aliran air dari hulu ke hilir tidak terkendala,” kata Iwan.

Penanganan sungai di Kota Serang sendiri tidak hanya dilakukan di Kali Parung.

Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWSC3 Agnes Yustikarini mengatakan, pihaknya juga tengah mengerjakan sejumlah program prioritas penanganan sungai di wilayah Kota Serang secara bertahap.

Selain Kali Parung dan penanganan darurat di Sungai Ciwaka, tahun ini kami juga tengah mengerjakan normalisasi di Sungai Cibanten, Sungai Karangantu (Sultan), Sungai Sukadana, dan Sungai Padek yang tahun lalu sudah mulai ditertibkan,” ujar Agnes.

Dengan percepatan normalisasi di sejumlah sungai tersebut, Pemkot Serang bersama BBWSC3 berupaya meningkatkan kapasitas aliran sungai sekaligus mengurangi potensi genangan dan banjir yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat saat musim penghujan.(red)

Facebook Comments Box

Penulis : Fale wali

Berita Terkait

15 Proyek Betonisasi Jalan Kota Serang Rampung, DPUPR Pastikan Akses Warga dan Ekonomi Kian Lancar
Respon Cepat, Jenguk Korban Keributan Final Sepak Bola, Wali Kota Serang Pastikan Pemerintah Tanggung Biaya Medis
Optimalkan Pelayanan Publik, Pemkot Serang Lantik Pejabat Administrator hingga Fungsional
Dibawah Arahan Wali Kota Budi Rustandi, Tren PAD Kota Serang Konsisten Meningkat, Wujudkan Kemandirian Fiskal
Tiga Tahun Mangkrak, MDT Nurul Iman Padek Akhirnya Dapat Perhatian Pemkot Serang
Pemkot Serang dan Kejari Serang Pastikan Anak Korban Penelantaran Dapat Kepastian Hukum
Luar Biasa, Pemkot Serang Borong Lima Penghargaan Kepegawaian dari BKN
Wali Kota Serang Bagikan Masker Gratis di Tengah Serangan Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 12:43 WIB

15 Proyek Betonisasi Jalan Kota Serang Rampung, DPUPR Pastikan Akses Warga dan Ekonomi Kian Lancar

Rabu, 16 September 2026 - 12:35 WIB

Normalisasi Kali Parung Dikebut, Pemkot Serang Antisipasi Banjir Musim Hujan

Senin, 14 September 2026 - 21:22 WIB

Respon Cepat, Jenguk Korban Keributan Final Sepak Bola, Wali Kota Serang Pastikan Pemerintah Tanggung Biaya Medis

Kamis, 10 September 2026 - 20:31 WIB

Optimalkan Pelayanan Publik, Pemkot Serang Lantik Pejabat Administrator hingga Fungsional

Kamis, 10 September 2026 - 15:23 WIB

Dibawah Arahan Wali Kota Budi Rustandi, Tren PAD Kota Serang Konsisten Meningkat, Wujudkan Kemandirian Fiskal

Berita Terbaru

Tangerang Raya

Zamaludin Perjuangkan Penambahan Ruang Kelas SD Negeri Pondok Bahar

Selasa, 15 Sep 2026 - 20:46 WIB