Tangerang – Komisi IV DPRD Kota Tangerang menyoroti perihal rencana penambahan pembagian hasil (Defiden) tahun 2025 Perumda TB (PDAM) kepada Pemerintah Kota Tangerang yang dianggap janggal dan tidak masuk akal. Hal tersebut di utarakan langsung oleh salah satu Aggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Tangerang Apanudin (Jalu) kepada awak media usai melakukan rapat jejak pendapat dengan perusahaan plat merah tersebut
Apanudin (Jalu) memaparkan hal tersebut di karenakan pada tahun tahun sebelumnya ada penahbahan 3000-5000 pelanggan penambahan Defiden yang diberikan cukup signifikan akan tetapi pada tahun ini ada penahbahan pelanggan yang mencapai 30.000 pelanggan penambahan defiden hanya 500 juta.
“Ada permasalahan yang saya anggap tidak masuk akal terhadap rencana pembagian hasil dari Petumda TB terhadap Pemerintah Kota Tangerang dimana untuk tahun ini ada penambahan pelanggan yang cukup signifikan dibanding dengan tahun tahun sebelumnya tapi rencana pembagiannya malah tidak jauh beda dengan tahun tahun sebelumnya kan janggal dan tidak masuk akal”, Terangnya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan Politisi Partai Gerindra Tersebut mengatakan bahwa perusahaan plat merah tersebut kerjannya hanya tidur, karena bisa dibilang ini pelanggan kan tambahan dari hasil serah terima dari PDAM TKR kab.tangerang ke PDAM TB Kota Tangerang
” Saya pikir mereka ini gak kerja hanya tidur karena ada peningkatan yang sangat signifikan dari Perumda TKR tapi pembagiannya bisa di bilang gak jauh beda berarti kan ini gak kerja hanya menyalin dari tahun sebelumnya”, Tegasnya
Lebih lanjut lagi Apanudin (Jalu) menerangkan bahwa tidak ada keterbukaan tentang permasalahan biaya operasional dalam satu tahun kepada DPRD Kota Tangerang sehingga DPRD tidak mengetahui dengan rinci penambahan penambahan itu di pergunakan untuk apa saja
“Tidak ada keterbukaan permasalah biaya operasional mereka dalam persatu tahun itu tidak ada dan tidak memberikan sajian sajian secara utuh kepada temen teman di DPRD sehingga kita tidak tahu penambahan penambahan anggaran ini untuk apa saja kita tidak tahu”, terangnya
Jalu pun meminta kepada Perumda (PDAM) Tirta Benteng agar penambahan anggaran operasional itu bisa di paparkan dengan jelas dan terbuka jangan ditutupi atau dikekepin sendiri
” kegiatan kegiatan dalam satu tahun jangan di sembunyikan lah, jangan di kekepin sendiri hal hal itu harus dibuka sama dewan saja tidak ada keterbukaan apalagi dengan masyarakat luas”,tutupnya.
Penulis : Fale Wali









