Tolak Direlokasi, Warga Alar Jiban Desa Kohod Pakuhaji: Kubur Kami Bersama Gorong-gorong

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah Warga Kampung Alar Jiban, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang melakukan aksi protes pemasangan gorong-gorong dan jembatan akses proyek. Foto: BantenPos.id

Sejumlah Warga Kampung Alar Jiban, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang melakukan aksi protes pemasangan gorong-gorong dan jembatan akses proyek. Foto: BantenPos.id

Kabupaten Tangerang – Warga Kampung Alar Jiban, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang yang terdampak pagar laut Tangerang menolak relokasi dan melakukan perlawanan terhadap pengembang PT. KML yang akan melakukan pemasangan gorong-gorong dan jembatan akses proyek.

“Kubur Kami Bersama Gorong-gorong,” Tulisan Spanduk yang terpampang diatas aliran kali tersebut.

Sejumlah warga yang didominasi emak-emak tersebut menunjukkan solidaritasnya terhadap 6 orang warga dan 1 pengacara yang kini sudah ditahan di rutan jambe berdasarkan LP/B/922/VII/2025/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota dan LP/B/953/VII/2025/SPKT/Polres Metro Tangerang Kota.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami tidak akan berkhianat pada 7 Kurcaci yang berkorban demi warga,” isi tulisan pada spanduk yang dibentangkan oleh emak-emak tersebut.

Salahsatu warga Kampung Alar Jiban, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Haerudin mengatakan bahwa masyarakat tidak bermaksud menghalangi kegiatan pengembang namun warga hanya memperjuangkan haknya.

“Sebetulnya simpel, warga kepengen haknya diselesaikan, kalau warga dibayar sesuai dengan yang diinginkan, silahkan gorong-gorong dilaksanakan, kami tidak mau di relokasi, kami ingin jual tanah kami jual putus dengan harga wajar, bukan relokasi,” Ungkap Haerudin, Jum’at (21/11/2025).

Berdasarkan pantauan dilapangan sejumlah warga terbaring ditanah didepan mesin eksavator, sementara warga lainya berteriak menolak relokasi.

Nampak sejumlah aparat gabungan dari aparat kepolisian, TNI dan Satpol PP berjaga mengamankan jalanya aksi protes warga tersebut tetap tertib. [red]

Facebook Comments Box

Penulis : Din

Berita Terkait

Pengurus Federasi Hoki Indonesia (FHI) Provinsi Banten Resmi Dikukuhkan,Ali Hanfiah : Kami Siap Membangun Ekosistem Hockey Yang Kompetitif Dan Berkelanjutan
Pemprov Banten Siapkan Relokasi SMAN 3 Rangkasbitung ke Lahan yang Lebih Luas
Ketum KNPI Pusat dan Wagub Banten Hadiri Rakorda 1 DPD KNPI Banten
BPKAD Kota Tangerang Tidak Inovatif, Tarsil Jamal : Tidak Bisa Kerja Ganti Saja
Pemkab Tangerang Terus Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
Satria Benteng Raya (SAIBER) Siap Jadi Mitra Pemerintah Dan Berkontribusi Untuk Masyarakat
Aktivis Lingkungan Desak KLH dan APH Tangkap Pencemar Sungai Cisadane
Ketua FHI Banten Tinjau Persiapan Atlet Hoki Jelang POPDA 2026

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:50 WIB

Pengurus Federasi Hoki Indonesia (FHI) Provinsi Banten Resmi Dikukuhkan,Ali Hanfiah : Kami Siap Membangun Ekosistem Hockey Yang Kompetitif Dan Berkelanjutan

Senin, 22 Juni 2026 - 19:52 WIB

Pemprov Banten Siapkan Relokasi SMAN 3 Rangkasbitung ke Lahan yang Lebih Luas

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:38 WIB

Ketum KNPI Pusat dan Wagub Banten Hadiri Rakorda 1 DPD KNPI Banten

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:49 WIB

BPKAD Kota Tangerang Tidak Inovatif, Tarsil Jamal : Tidak Bisa Kerja Ganti Saja

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:47 WIB

Pemkab Tangerang Terus Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat

Berita Terbaru