Kota Serang – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mendorong percepatan regenerasi petani dengan membekali generasi muda kemampuan mengoperasikan teknologi pertanian modern.
Langkah tersebut dinilai penting seiring semakin berkembangnya penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti drone pertanian, mesin combine, dan berbagai peralatan modern lainnya.
Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, Pemkot Serang siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Banten untuk meningkatkan kapasitas petani muda di Kota Serang.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Budi, pembinaan tidak hanya sebatas mengenalkan teknologi, tetapi juga diarahkan hingga petani memiliki kompetensi dan sertifikasi dalam mengoperasikan peralatan pertanian modern.
“Ya tentunya dengan kolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah kota dengan OPD masing-masing. Secara teknis akan membina sampai mensertifikatkan para petani ini yang milenial agar bisa memakai alat yang modern, termasuk drone, termasuk alat combine dan lain-lain,” ujar Budi.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi usai menghadiri kegiatan Panen Bersama Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) Provinsi Banten yang digelar Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Banten di Poktan Tani Bakti, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (1/9/2026).
Budi menilai, keberadaan petani muda yang memiliki kemampuan teknologi menjadi salah satu kunci agar modernisasi pertanian dapat berjalan secara berkelanjutan.
Karena itu, ia meminta agar generasi muda dari keluarga petani mendapat pendampingan dan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan.
“Jadi, anak-anak petani, petani-petani muda tolong dibantu sampai mereka punya sertifikasi,” katanya.
Selain penguatan sumber daya manusia, Pemkot Serang juga akan mendorong dukungan sarana dan prasarana pertanian melalui bantuan alsintan. Menurut Budi, dukungan peralatan tersebut tidak hanya berasal dari pemerintah pusat, tetapi juga Pemerintah Provinsi Banten.
“Selain pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten juga mengalokasikan bantuan alsintan kepada para petani di seluruh wilayah Banten,” ungkapnya.
Budi optimistis modernisasi pertanian mendapat sambutan positif dari petani di Kota Serang. Ia melihat antusiasme petani terhadap penggunaan teknologi dan berbagai program pemerintah semakin tinggi.
“Optimistis, petaninya juga sangat antusias dan sangat luar biasa bahagia,” ujarnya.
Dorongan terhadap petani muda tersebut sejalan dengan perhatian Gubernur Banten Andra Soni yang menilai modernisasi pertanian tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan alat.
Menurut Andra, teknologi pertanian harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia. Petani perlu mendapat pendampingan agar mampu mengoperasikan peralatan modern secara mandiri dan optimal.
“Kita perlu menciptakan petani-petani milenial, petani-petani yang melek teknologi agar kelompok tani kita bisa makmur dan sejahtera,” ujar Andra.
Ia menegaskan, transfer pengetahuan menjadi bagian penting dalam modernisasi pertanian. Pemerintah perlu menyiapkan tutor maupun tenaga ahli yang dapat mendampingi petani mulai dari mengenal teknologi hingga mampu menggunakannya.
Bagi Andra, keberhasilan modernisasi pertanian tidak hanya diukur dari meningkatnya produksi. Teknologi harus mampu menciptakan efisiensi, meningkatkan pendapatan, dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani.
“Petani tidak cukup hanya diberikan alat, tetapi juga harus dibekali kemampuan agar teknologi tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Budi pun menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah pusat atas berbagai program yang mulai memperkuat sektor pertanian.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Pak Presiden Prabowo Subianto dan Pak Menteri yang sudah melaksanakan program-program ini. Memang visi-misi beliau untuk menjalankan pertanian sudah mulai dilaksanakan,” ujarnya.
Bagi Kota Serang, modernisasi pertanian diharapkan tidak berhenti pada penggunaan alat berteknologi tinggi. Pemkot Serang ingin memastikan petani muda memiliki kemampuan untuk mengoperasikan teknologi tersebut sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sektor pertanian.
Dengan kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, Pemkot Serang, serta kelompok tani, transformasi pertanian di Kota Serang diharapkan dapat melahirkan generasi petani yang lebih kompeten, adaptif, mandiri, dan berdaya saing.(red)
Penulis : Fale wali










